Ikuti Kami Di Facebook

PUASA WETON

Orang jawa memiliki tradisi selapanan,yaitu memperingati weton kelahiran yang berputar selama 35 hari sekali.
    Biasanya di akan berpuasa apit sebagai tirakat,memperingati saat kelahiran dulu(orang jawa berpuasa sehari penuh,yaitu di mulai pada saat magrib dan selesai magrib berikutnya)
           Puasa ngapit adalah berpuasa tiga hari,yaitu pada hari weton,dan di tambah  sehari sebelum dan sehari sesudahnya.
  Pada malam weton kelahiran dia akan terjaga semalaman(tidak tidur semalam suntuk) sambil menghidangkan empat variasa bubur merah putih sebagai simbol dirinya berkomunikasi dengan empat sodaranya yang menjaganya.
          Itulah yang di lambangkan dengan sisitem pasaran seperti sudah di ceritakan pada postingan sebelumnya.
   Lalu kenapa orang jawa memuliakan hari jumat kliwon dan selasa kliwon???
  Jawabanya berhubungan dengan kliwon sebagai lambang ego pribadi,sedangkan hari jumat adalah sebagai hari berkumpul dengan masyarakat luas dan hari selasa adalah hari untuk merenung dan bertafakur.

       Hal itu dipercaya dengan anjuran kanjeng nabi muhamad untuk brpuasa di hari senin dan kamis.
 Puasa hari senin untuk mempersiapakan diri bertafakur di hari selasa dan puasa kamis untuk mempersiapkan diri berkumpulnya dengan masyarakat di hari jumat.

       Itulah sebabnya orang jawa menggunakan malam selasa kliwon untuk menyepi dan bertafakur mencari kesempurnaan batin dan kesucian,sebaliknya malam jumat kliwon sering di pakai untuk meminta kemampuan lebih yang berhubungan dengan kehidupan dan lahiriah di dunia.

  Selain mempengaruhi weton kelahiran seseorang,gabungan antara hari dan pasaran teryata juga memiliki wataknya tersendiri,yang berpengaruh terhadap baik buruknya segala hal yang akan di kerjakanya pada saat hari dan pasaran itu itu sendiri.

Artikel terkait: